4rss

Archive for the ‘Cerita Silat’ Category

Tips Menghadapi Wanita Menurut Chu Liuxiang

In Cerita Silat on October 23, 2008 at 3:32 am

Chu Liuxiang berkata sambil tersenyum: “Kalau begitu, anda belajarnya harus mulai dari prinsip ‘3M dan 4 Harus’.”

“Orang–orang pria yang lain juga mempelajari prinsip ini?” tanya si kakek.

“Sekarang sudah mulai mempelajarinya, dan kelak pasti akan dipelajari sampai lebih mendalam lagi”, jawab Chu Liuxiang.

“Jika begitu, cepat terangkan padaku”, pinta si kakek. Read the rest of this entry »

Legenda Bulan Sabit – 02

In Cerita Silat on September 15, 2008 at 6:35 am

Sinar pedang berkelebat, “ting-ting-ting” tiga kali bunyi, uluhati si pemilik kedai sudah kena pedang tiga kali ilmu pedang yang digunakan si pemuda tahu aturan ini, ternyata lebih cepat tiga kali dari dugaan siapapun!
Si pemilik kedai air mukanya berubah, tetapi istrinya tersenyum gembira. Ketika si pemuda melihat senyumannya, tiba-tiba sinar matanya memancarkan nafsu birahi yang tak seharusnya dimiliki orang yang tahu aturan.
Si nyonya tersenyum makin memikat. Dia senang ada pria muda yang memandangnya dengan sinar mata demikian, tapi tiba-tiba saja senyumannya membeku di wajah. Read the rest of this entry »

Golok Bulan Sabit – 03

In Cerita Silat on September 15, 2008 at 6:32 am

Hari ini adalah bulan enam tanggal limabelas.
Hasil dari pertarungan hari ini, akan menentukan nasib serta masa depannya di kemudian hari.
Pakaian yang semalam ia cuci sendiri digantungkan pada tiang jemuran di mulut jendela, kini sudah hampir kering.
Walaupun belum mengering sama sekali, setelah dikenakan di badan, dengan cepat akan mengering sendiri.
Pakaian ini merupakan satu-satunya pakaian yang dia miliki, pakaian yang dibuat oleh ibunya sendiri menjelang kepergiannya dulu, sekarang warnanya sudah luntur, bahkan di sana sini penuh dengan tambalan, tapi asal selalu dicuci dan kering ia masih bisa mengenakannya untuk berjumpa dengan siapa pun. Read the rest of this entry »

Golok Bulan Sabit – 02

In Cerita Silat on September 12, 2008 at 3:07 am

Ayahnya adalah seorang piausu yang tak ternama, dalam suatu ketika tanpa disengaja telah menemukan selembar kitab ilmu pedang yang sudah koyak-koyak.
Bukan sejilid, melainkan hanya selembar.
Di atas lembaran kertas itu, tercantumlah rahasia dari jurus Thian-gwa liuseng tersebut.
Meteor dari luar angkasa, tiba-tiba meluncur tiba, tiba-tiba meluncur pergi, kecepatan dan kerlipan cahaya tersebut tak bisa dibandingkan dengan kejadian apa pun, juga tak seorang pun yang bisa membendungnya.
Tapi, waktu itu ayahnya sudah tua, kecerdasan otaknya sudah mundur, reaksinya juga makin lamban, tak mungkin lagi baginya untuk melatih ilmu pedang semacam itu, maka selembar catatan ilmu pedang itu pun diwariskan kepada putranya. Read the rest of this entry »

Legenda Bulan Sabit – 01

In Cerita Silat on September 12, 2008 at 2:48 am

1
Semangkok Mie Yang Aneh

Satu malam di musim semi. Malam turun hujan. Hujan musim semi di Jiangnan (nama daerah di selatan sungai Yangzi), sering menimbulkan perasaan sedih orang, terlebih bagi orang-orang yang sudah lama dan jauh meninggalkan kampung halamannya.
Malam telah larut sekali, banyak orang telah tidur dan bermimpi, namun di dalam sebuah gang sempit yang becek, ternyata masih ada sebuah lentera yang bersinar redup.
Sebuah lentera yang menjadi kuning karena sering kena asap, tergantung di atas sebuah tenda bambu yang sederhana, menerangi sebuah kedai mie, beberapa meja dan kursi, serta dua orang yang bermuram durja.
Malam hujan yang demikian mengenaskan, gang kecil demikian terpencil, siapakah yang akan membeli mie mereka? Read the rest of this entry »

Golok Bulan Sabit – 01

In Cerita Silat on August 21, 2008 at 4:45 am

1
Seorang Gadis Bugil

Fajar baru saja menyingsing, kabut menyelimuti seluruh permukaan bumi, kabut yang sangat tebal.
Ting Peng mendorong daun jendela ruangannya, kabut tebal yang putih melayang masuk dan menerpa wajahnya.
Ia berparas tampan, bertubuh gagah, sehat, penuh semangat hidup dan perkasa, sewaktu tertawa, seringkali memperlihatkan kepolosan seorang bocah, seakan-akan seorang bocah lelaki yang baru tumbuh menjadi dewasa. Read the rest of this entry »