Awal ciptaan makhluk (Manusia) dan Nur Muhammad
In Cerita Sufi on March 4, 2009 at 7:43 am
Awal ciptaan makhluk (Manusia) dan Nur Muhammad
Di bawah ini merupakan petikan dari Buku “Sirr al-Asrar” oleh As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, halaman 10 hingga 16.
Makhluk yang pertama yang di ciptakan oleh Allah adalah Ruh Muhammad saw. Ia diciptakan dari cahaya ‘Jamal’ Allah. Sebagaimana firman Allah di dalam hadis Qudsi “Aku ciptakan ruh Muhammad dari cahaya Zat Ku”. Read the rest of this entry »
Cerita Sufi, sembilan wali, walisongo, waliyullah
In Cerita Sufi on October 27, 2008 at 7:35 am
Walisongo
Senja hampir bergulir di Desa Gapuro, Gresik, Jawa Timur, menjelang bulan Ramadhan itu. Tak ada angin. Awan seperti berhenti berarak. Batu pualam berukir kaligrafi indah itu terpacak bagaikan saksi sejarah. Itulah nisan makam almarhum Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang wafat pada 12 Rabiul Awal 822 Hijriah, atau 8 April 1419.
Di latar nisan itu tersurat ayat suci Al-Quran: surat Ali Imran 185, Ar-Rahman 26-27, At-Taubah 21-22, dan Ayat Kursi. Ada juga rangkaian kata pujian dalam bahasa Arab bagi Malik Ibrahim: ”Ia guru yang dibanggakan para pejabat, tempat para sultan dan menteri meminta nasihat. Orang yang santun dan murah hati terhadap fakir miskin. Orang yang berbahagia karena mati syahid, tersanjung dalam bidang pemerintahan dan agama.” Read the rest of this entry »
Have you packed your bags?, Sufi Storiy
In Cerita Sufi on September 26, 2008 at 8:22 am
When we pack our bags to go visit far away living friends, we remember to pack our clothes, shoes, bathroom neccesities and other little things ….
Since we could understand right from wrong, we have started packing our bags and will finish when our souls leave us.Have you packed your shalah everyday?
Have you packed your fasting?
Have you packed your reading and memorizing the quran?
Have you packed those little things we do and get ajar for?
Have you?
Our bags are called life. We have to pack everyday because we don’t know when Allah wil call us back to him, so we have to be ready to go all the time, any where. Read the rest of this entry »
Cerita Sufi, Setelah Kematian
In Cerita Sufi on September 26, 2008 at 8:15 am
Saat itu Syech Hasan sedang duduk-duduk di depan rumahnya, tiba-tiba ada jenazah seorang laki-laki melintas di depan rumahnya menuju ke tempat pemakaman. Terlihat olehnya di belakang jenazah seorang anak wanita bersama para pelayat yang lain. Rambut wanita itu tergerai dan tidak henti-hentinya menangis. Jelas nampak dalam raut wajahnya rasa duka yang sangat mendalam. Syech Hasan berfikir bahwa mungkin anak wanita itu adalah Putri dari jenazah tadi. Segera saja Syech Hasan membuntuti iring-iringan jenazah tersebut dan mendekati anak wanita yang dari tadi menangis. Tatkala sudah dekat dengan anak wanita itu, Syech Hasan mendengar dengan jelas rintihannya. “Wahai bapak, belum pernah selama hidupku mengalami perasaan sedih dan duka yang sangat mendalam seperti yang aku alami sekarang ini. Aku benar-benar merasa kehilangan bapak.” Read the rest of this entry »
Cerita Sufi, If Camel had wings, Nashruddin, Seandainya Unta Bersayap
In Cerita Sufi on September 26, 2008 at 2:33 am
[Ina]
Suatu hari, Nashruddin berdiri di hadapan khalayak; memberikan petuah kepada mereka. Dia berujar,” Wahai kaum muslimin, kalian hendaknya memanjatkan puja dan puji ke hadirat Allah Swt, yang tidak menciptakan unta bersayap. Kalau saja unta itu memiliki sayap dan dapat terbang, tentu ia akan senang bertengger di atap rumah kalian, sehingga rumah itu runtuh dan menimpa kepala kalian.”
[Eng]
If Camel had wings
One day, Nashruddin stands up before audience, gives message to them. He says, ”Oh the Muslims, all of you shall raised worshiping and praising to God, which is not creates winged camel. If the camel had wing and can fly, of course he will love to perch in house roof all of you, so that the house collapse and befalls head all of you.”
Cerita Sufi, Nashruddin, Yang Tahu Memberitahu Yang Tidak Tahu
In Cerita Sufi on September 26, 2008 at 2:32 am
Suatu hari, Nashruddin Effendy berdiri di mimbar, di depan massa, untuk memberikan nasihat. Dia berkata, “Tahukah kalian, apa yang akan saya katakan kepada kalian?” Orang-orang itu menjawab, “Tidak! Kami tidak tahu.” Kemudian Nashruddin berkata kepada mereka, “Baiklah, kalau kalian tidak tahu… Tidak ada gunanya berbicara dengan orang-orang yang tidak tahu.” Dia pun turun dan meninggalkan mereka. Read the rest of this entry »
Andai Lebaran Tiap Hari, Cerita Sufi, Nashruddin
In Cerita Sufi on September 12, 2008 at 2:53 am
Saat musim paceklik, Nashruddin pergi ke sebuah desa. Di sana dia melihat penduduknya hidup sejahtera dan bahagia. Mereka menyuguhkan padanya manisan paling enak dan makanan paling lezat. Nashruddin lalu bertanya kepada mereka, “Mengapa penduduk desa ini hidup dalam kemakmuran sementara orang-orang di desaku kelaparan?” Read the rest of this entry »