4rss

Golok Bulan Sabit – 02

In Cerita Silat on September 12, 2008 at 3:07 am

Ayahnya adalah seorang piausu yang tak ternama, dalam suatu ketika tanpa disengaja telah menemukan selembar kitab ilmu pedang yang sudah koyak-koyak.
Bukan sejilid, melainkan hanya selembar.
Di atas lembaran kertas itu, tercantumlah rahasia dari jurus Thian-gwa liuseng tersebut.
Meteor dari luar angkasa, tiba-tiba meluncur tiba, tiba-tiba meluncur pergi, kecepatan dan kerlipan cahaya tersebut tak bisa dibandingkan dengan kejadian apa pun, juga tak seorang pun yang bisa membendungnya.
Tapi, waktu itu ayahnya sudah tua, kecerdasan otaknya sudah mundur, reaksinya juga makin lamban, tak mungkin lagi baginya untuk melatih ilmu pedang semacam itu, maka selembar catatan ilmu pedang itu pun diwariskan kepada putranya.
Sebelum menghembuskan napas yang penghabisan, ia sempat meninggalkan pesan, katanya,
“Kau harus berhasil melatih ilmu pedang ini, kau harus melampiaskan semua kekecewaan dan keputusasaanku, agar orang lain tahu bahwa aku orang she Ting pun memiliki keturunan yang bisa menonjol.”
Setiap kali teringat akan persoalan ini, Ting Peng akan merasakan darah panas dalam rongga dadanya bergolak keras, bahkan airmata pun hampir saja jatuh bercucuran.
Sekarang dia tak akan melelehkan airmata lagi.
Airmata hanya dilelehkan oleh mereka yang lemah iman, seorang lelaki sejati tak boleh melelehkan airmata, darah yang harus meleleh keluar…
Dia menarik napas panjang-panjang menghirup udara pagi yang segar dan dingin, dari bawah bantal ia mencabut keluar sebilah pedang.
Hari ini, kembali dia akan mempergunakan pedang ini untuk meraih kemenangan sekali lagi baginya.
Jika hari ini pertarungannya berakhir dengan kemenangan, ia baru akan benar-benar berhasil dengan sukses.
Si Teng, Kek Khi, Kwik Tinpeng meski terhitung jago-jago kenamaan dalam dunia persilatan, tapi bila dibandingkan dengan pertarungan yang akan berlangsung hari ini kemenangan yang tiga kali secara beruntun itu masih belum terhitung seberapa.
Sebab lawan tandingnya hari ini adalah Liu Yoksiong.
Cingsiong kiamkek (Jago Pedang Pohon Cemara) Liu Yoksiong yang merupakan salah satu dari antara Sui-han-sam-yu (Tiga Serangkai Cemara, Bambu dan Bwe), jago-jago kenamaan dalam kolong langit dewasa ini.
Liu Yoksiong yang merupakan kepala kampung Siangsiong sanceng.
Liu Yoksiong yang merupakan satu-satunya murid preman dari Thian-it Cinjin, seorang imam saleh dari kuil Lip-tin-koan di bukit Butong-san.
Sejak banyak tahun berselang ia sudah mendengar akan nama besar orang ini.
Ketika itu nama tersebut baginya bagaikan bukit Taysan yang sangat tinggi, jauh tinggi di atas dan tak mungkin tergoyahkan.
Tapi keadaannya sekarang jauh berbeda.
Sekarang ia mempunyai keyakinan untuk mengalahkan orang ini.
Ia menggunakan cara yang paling jujur dan cara yang paling terbuka untuk memohon petunjuk dari Bu-lim cianpwe kenamaan ini, membuat Liu Yoksiong tak sanggup untuk menolak tantangannya itu.
Sebab dia harus berhasil merobohkan orang ini bila ingin maju ke lingkungan orang-orang ternama dalam dunia persilatan.
Baik waktu maupun tempat diselenggarakannya pertarungan itu ditentukan sendiri oleh Liu Yoksiong.
“Bulan enam tanggal limabelas, tengah hari tepat, di perkampungan Siangsiong sanceng.”

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: